Mossad Gagal Membunuh Tokoh Hamas Libanon

Sumber Zionis Israel mengungkapkan bahwa Badan Intelijen Luar Negeri Israel "Mossad" telah gagal dalam usaha pembunuhan terhadap perwakilan Hamas di Libanon Usamah Hamdan, dengan menanam bahan peledak di mobilnya.
Pada situs website "central issues" Israel pada hari Ahad yang lalu dilaporkan bahwa Hamdan telah lolos dari usaha percobaan pembunuhan, yang direncanakan Mossad, situs tersebut juga menambahkan bahwa agen keamanan Libanon telah menemukan bahan peledak yang ditempatkan di dalam mobil Hamdan saat ia akan masuk mobil, Hamdan pun dengan segera memanggil ahli bahan peledak dari Hizbullah dalam usaha untuk membongkar dan menjinakkan bahan peledak, namun bom itu keburu meledak ketika sedang berusaha dijinakkan.
Ledakan terjadi pada Sabtu malam lalu di pinggiran selatan kota Beirut, seperti dilaporkan oleh Agence France-Presse mengutip sumber keamanan dan mengatakan bahwa ledakan bom telah mengakibatkan setidaknya dua orang tewas dan beberapa orang terluka', tanpa menentukan sasaran ledakan atau penyebabnya.
Juru bicara Hamas Ayman Taha mengatakan ledakan di pinggiran selatan Beirut, telah menewaskan dua anggota kelompok Hamas dan melukai tiga orang lainnya, ia menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk penyelidikan insiden tersebut.
Sementara itu, Presiden Libanon Michel Suleiman mengutuk pengeboman yang terjadi di pinggiran selatan kota Beirut, dan menyebut peristiwa itu sebagai tindakan "sabotase" yang bertujuan untuk "merusak stabilitas."
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Informasi Kepresidenan menyatakan bahwa, "Presiden Libanon mengecam insiden pemboman tersebut dan menganggapnya sebagai suatu tindakan sabotase, yang dilakukan oleh musuh negara yang bertujuan untuk mengacaukan situasi."
Presiden Libanon menyatakan juga bahwa Libanon akan bertekad menjaga dan mempertahankan kestabilan situasi dari tindakan yang mengancam dan ia juga meminta lembaga yang kompeten untuk mengintensifkan penyelidikan untuk menangkap para perusuh." (era muslim)

Read More

AS Memerintahkan Yaman Perangi Al-Qaidah

Pejabat tinggi AS mengunjungi Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, dan memerintahkan Yaman untuk memerangi Al-Qaidah. Abdullah Saleh menerima perintah AS, dan mendapatkan bantuan militer dan penasehat militer untuk memperkuat militer dan intelijen Yaman.
Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menerima tawaran bantuan AS untuk memerangi Al-Qaidah, akhir musim panas lalu. Kebijakan yang diambil Abdullah Saleh ini, tak lain, hasil dari permainan intelijen AS, CIA, yang berhasil mempenetrasi pusat kekuasaan yang ada Sanaa. Dengan menerima tawaran dari CIA itu, Yaman harus berperang dengan Al-Qaidah. Keputusan itu, diambil saat Yaman sedang menghadapi situasi yang tidak stabil, karena terjadinya pembrontakan kelompok Syiah, Houthi, dan kelompok-kelompok yang dituduh mempunyai hubungan dengan Al-Qaidah.
Amerika memberikan bantuan militer kepada Yaman, yang kecil, tak lebih hanya $ 66 juta dolar tahun ini, semuanya digunakan untuk keamanan, dan militer. Tujuannya memperkuat keamanan dan militer Yaman,yang sudah kedodoran menghadai situasi politik dan keamanan yang kian tak terkendalai di negeri itu. Tentu, siapa lagi, yang menjadi tertuduh, kalau bukan Al-Qaidah.
Laporan intelijen AS, CIA yang dicekokkan kepada pejabat Yaman, khususnya Presiden Ali Abdullah Saleh tentang hal ihwal kegentingan di Yaman, akibat ulan Al-Qaidah, harus ditumpas dengan senjata. Ini adalah laporan yang disuguhkan oleh CIA kepada Abullah Saleh. Celaka laporan CIA itu telah ditelan bulat-bulat oleh Abdullah Saleh.
Presiden Ali Abdullah Saleh dibuat menggigil oleh CIA, yang memberikan gambaran yang amat suram tentang situasi di Yaman, sesudah terjadi aksi kekerasan setahun yang lalu, yang telah menelan korban yang tidak sedikit. Apalagi, laporan CIA itu dibumbui dengan bumbu bahwa 'inner circle' yang ada di sekeliling Ali Abdullah Saleh akan menjadi target sasaran dari Al-Qaidah. Maka, ibaratnya seperti 'pucuk dicinta, ulam tiba', tawaran dari CIA itu langsung ditangkap.
AS mempunyai kepentingan untuk menghancurkan Al-Qaidah di Yaman, karena Kedubes AS pernah menjadi sasaran Al-Qaidah, dan juga kapal Induk USS Cole, pernah dihantam bom, yang menyebabkan lambung berlubang. Tapi, yang tak kalah penting lagi, bahwa Yaman menjadi pusat latihan dan rekrutmen para anggota Al-Qaidah yang baru, khususnya dari negeri-negeri Arab. Inilah yang menyebabkan Ali Abdullah Saleh menerima tawaran CIA.
Apalagi, menjelang Natal kemarin, terjadi peristiwa yang membuat nyali para pejabat tinggi AS, nyalinya menjadi mengkerut seoran mahasiswa asal Negeria, Umar Farouk Mutallab, yang menumpang pesawat Delta dari Belanda menuju AS dengan nomor penerbangan 253, dan akan meledakkan pesawat yang berpenumpang 300 orang. Ini membuat kengerian yang luar biasa. Presiden Obama meminta aparat keamanan  harus mengusut sampai ketemu siapa menjadi biang keroknya dibelakang usaha peladakan itu.
Ujungnya,  Jendral David Petraeus, Kepala Pusat Komando Pasukan AS, dan John Brennan, pejabat kontra terorisme, mengunjungi Ali Abdullah  Saleh. Akhirnya, dalam pertemuan antara David Petraeus, John Brennan, dan Ali Abdullah Saleh, menyepakati bahwa Al-Qaidah harus digebuk habis. (m/nwk)
eramuslim...
Read More

RINDU PADAMU UMAK,,,,!!

Pada suatu ketika,ada seorang anak yang msi kecil mendapati ibunya yang sedang sìbuk memasak didapur.kemudian iya menuliskan sesuatu diselembar kertas dan diberikannya pada ibunya.kemudian sang ibu menerima dan membacanya.

Ternyata dikertas itu tertulis:
Upah pergi kewarung : 2000
Upah menyapu halaman : 5000
Upah menjaga adik : 3000
Upah menyiram bunga : 4000
Upah buang sampah : 3000
Upah membersikan tempat tidur : 3000
Jadi jumlahnya :20.000

kemudian ibu tersenyum setelah membacanya.
setelah itu ibu mengambik pena dan menulis dibelakang kertas itu.

Mengandungmu selama 9 bulan : GRATIS
Melupakan rasa sakit saat melahirkan mu : GRATIS
Aku terjaga malam karna tangismu : GRATIS
Air mata yang menetes karnamu : GRATIS
Kekawatiran saat memikirkanmu : GRATIS
Menyediakan makan dan minummu serta keperluanmu : GRATIS
jumlah keseluruan nilai kasihku padamu : GRATIS

Air mata anak itu berlinang setelah membca selembar kertas itu.kemudian anak itu berkata ''AKU SAYANG PADAMU BU. . .''

Setelah itu ibu mengambil lagi pena dan kertas itu.serta menuliskan kata: ''LUNAS''


jadi kasih sayang seorang ibu gak kan mungkin bisa kita balas walau dengan apa pun.
ibu laksana MENTARI yg menyinari bumi...
yang terus menyinari semua yang ada dbumi dan gak ngarepin balasan darinya... so jangan selalu perhitungan dengan orang tua ^_^

Bila dahaga, yang susukan aku....IBU
Bila lapar, yang menyuapi aku....IBU
Bila sendirian, yang selalu disampingku....IBU
Kata IBU, perkataan pertama yang aku sebut....IBU
Bila bangun tidur, aku cari....IBU
Bila nangis, orang pertama yang datang....IBU
Bila ingin bermanja, aku dekati....IBU
Bila ingin bersandar, aku duduk di sebelah....IBU
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....IBU
Bila nakal, yang memarahi aku....IBU
Bila merajuk, yang membujukku cuma....IBU
Bila melakukan kesalahan, yang cepat marah....IBU
Bila takut, yang menenangkan aku....IBU
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....IBU
Aku selalu tringatkan....IBU
Bila sedih, aku mesti telpon....IBU
Bila senang, orang pertama ingin ku beri tahu....IBU
Bila marah, aku selalu meluahkan pada....IBU
Bila takut, aku selalu panggil....IBUUUUUU
Bila sakit, orang paling risau adalah....IBU
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....IBU
Bila buat masalah, yang paling risau....IBU
Yang masih peluk dan cium aku sampai saat ini....IBU
Yang selalu masak kegemaranku....IBU
Kalau pulang ke kampung, yang selalu memberi bekal....IBU
Yang selalu menyimpan dan merapikan barang-barangku....IBU
Yang selalu menghubungi aku....IBU
Yang selalu memuji aku....IBU
Yang selalu menasehati aku....IBU
Bila ingin menikah...orang pertama aku datangi dan minta persetujuan....IBU


SAAT SUDAH PUNYA PASANGAN
Bila senang, aku cari....Pasanganku
Bila sedih, aku cari....Ibu
Bila mendapat keberhasilan, Aku ceritakan pada....Pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada....Ibu
Bila bahagia, aku peluk erat....Pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat...Ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa....Pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....Ibu
Bila sambut hari ulang tahun pasanganku, aku beri hadiah pada Pasanganku
Bila sambut hari ulang tahun Ibuku, aku cuma ucapkan "Selamat Ulang Tahun Ibu"
Selalu aku ingat....Pasanganku
Entah kapan...aku ingin nelpon Ibu


RENUNGKANLAH:!!!
"Kalau kau sudah selesai belajar dan bekerja...masih ingatkah kau kepada Ibu?
tidak banyak yang Ibu inginkan...hanya dengan menyapa IBUpun cukuplah".
Berderai air mata jika kau mendengarnya......
Tapi kalau Ibu sdah tiada......
IBUUUU....RINDU IBU....RINDU SEKALI....
Seberapa banyak kita telah menyuapi Ibu kita......
Seberapa banyak kita sanggup mencuci muntah Ibu kita......
Seberapa banyak kita telah menggantikan alas tidur Ibu Kita.....
Seberapa banyak kita telah membersihkan najis Ibu kita......
Seberapa banyak kita telah menjaga saat Ibu kita sakit....
Jeritan hati seorang anak yang sedang rindu dengan ibu......
Read More

Turki Adalah Poros Baru Stabilitas Timur Tengah

Perdana Menteri Turki Recep Tayep Erdogan mengakhiri rangkaian kunjungannya ke ibu kota Iran, Tehran, pada Rabu (28/10) kemarin. Erdogan menghabiskan masa kunjungan diplomatik ke Iran selama tiga hari, tercatat semenjak Senin (26/10) sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, Erdogan bertemu dengan para pucuk tertinggi pimpinan Iran, semisal Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Pemimpin Tertinggi Spiritual sekaligus Pemimpin Tinggi Revolusi Iran Ayatullah Ali Khemenei, Menteri Luar Negeri Iran Manucher Mottaki, dan juga Ketua Parlemen Iran Ali Larijani.

Beberapa permasalahan sensitif, baik di kawasan Timur Tengah atau pun internasional, menjadi agenda perbincangan antara Erdogan dan para pucuk pimpinan negeri Mullah itu, semisal signifikansi peran kedua negara di kawasan, hubungan antara Iran-Arab-Barat, kasus pemilu Iran, hingga kasus nuklir Iran.

Kunjungan Erdogan ke Iran menjadi tema liputan penting media-media dunia, khususnya Timur Tengah. Pasalnya, baik Turki mau pun Iran adalah dua negara besar yang memiliki pengaruh yang juga besar di kawasan. Kedua negara tersebut dipandang oleh banyak pengamat sebagai 'pemain baru' dan penentu arah sejarah dan kebijakan baru di Timur Tengah, yang muncul sebagai penyeimbang Israel, sang penentu dan pemain yang sebelumnya bermain tunggal akibat dari kelemahan suara negara-negara Arab.

Surat kabar berbahasa Arab yang terbit di London, al-Hayat (29/10), melansir pernyataan Erdogan yang menegaskan, bahwa Turki dan Iran adalah poros stabilitas (mihwar al-istiqrar) di kawasan Timur Tengah. Dua negara besar itu dalam lima tahun terakhir ini muncul sebagai kekuatan, pengaruh, dan penentu baru di Timur Tengah ketika negara-negara Arab tak mampu lagi memainkan peran tersebut.

Pada gilirannya, bisa diprediksi Turki akan kembali mementaskan peran diplomatiknya untuk menjadi penengah kasus nuklir Iran ini dengan dunia internasional, khususnya dengan negara-negara anggota DK (Dewan Keamanan) PBB yang dihului Amerika.

Jika diamati, dalam bulan-bulan terakhir ini, Turki, lewat para petinggi negaranya, tampak serius melalukan manuver-manuver diplomatik di kawasan di sekitarnya, yaitu Balkan, Kaukasia, dan Timur Tengah. Otomatis, peran dan pengaruh Turki pun secara drastis menaik di kancah internasional, utamanya di kawasan sekitarnya, yaitu Eropa, Kaukasia, dan (utamanya) Timur Tengah.

Beberapa pekan sebelumnya, Menlu Turki Ahmet Davutoglu baru saja mengunjungi Suriah, negara Arab yang paling berpengaruh. Dalam kunjungan tersebut, beberapa pakta dan nota kerjasama antara Turki dan Suriah disepakati, mulai dari investasi ekonomi, industri, dan lain sebagainya. Yang paling mengejutkan adalah dibukanya perbatasan kedua negara dan dihilangkannya visa bagi kedua warga negara Turki dan Suriah.

Turki memilih Suriah untuk melancarkan aksi manuver diplomatik ini tentu bukan tanpa alasan. Turki memandang, Suriah adalah negara Arab yang, setidaknya, saat ini paling memiliki wibawa dan pengaruh karena ketegasan sikapnya di hadapan beberapa kasus di kawasan. Selain itu, Suriah juga dipandang sebagai gerbang paling strategis untuk memasuki kawasan Timur Tengah yang eksotik sekaligus penuh konflik itu. (L2-Cairo/berbagaisumber)

Read More

Zionis Israel: Penjahat Perang!

Tinggal beberapa langkah lagi. Palu bakal diketok. Vonis dijatuhkan. Pejabat-pejabat rezim Zionis Israel digelari penjahat perang oleh Mahkamah International.

Tanda-tanda itu telah tampak di antaranya:

1. Tanggal 22 Februari 2009 Qatar kembali menggelar konferensi Anti-Zionis. Insya Allah 200 tokoh dan pejabat dari lima benua akan hadir. Sidang tersebut akan bertanggungjawab mengkaji dan mendokumentasikan kejahatan-kejahatan Zionis Israel yang melanggar hak-hak asasi manusia. Sidang berupaya mengaktifkan kinerja internasional untuk melindungi bangsa Palestina, serta mengadili para pejabat tinggi Zionis di pengadilan internasional.

2. Kesadaran baru telah tumbuh dan mekar di hati nurani dunia. Tidak hanya di Timur Tengah. Tak hanya di negara Islam. Tapi di seluruh penjuru dunia. Di Barat maupun Timur. Bahkan negara non-Muslim di Amerika Selatan telah melangkah lebih dulu dan berani mewakili kebangkitan hati nurani ini. Presiden Venezuela Hugo Chavez mengusir wakil pemerintah Israel di negerinya. Lalu Bolivia, melalui Presiden Evo Morales memutuskan hubungan diplomatik sebagai reaksi serangan brutal Israel atas Gaza. Lalu diikuti Qatar dengan memutuskan semua hubungan dagang dengan Israel. Juga Republik Islam Mauritania, negara yang berada di barat laut Afrika, pun juga memutuskan hubungan diplomatik.

3. Sebelumnya Qatar mengadakan KTT luar biasa yang hanya dihadiri oleh 13 negara Islam dari 22 undangan. Yang tak mau hadir adalah Mesir, Saudi Arabia dan Presiden Otoritas Palestina sendiri yaitu Mahmoud Abbas dari Fattah, yang memang rival Hamas.

Insya Allah sidang yang akan datang ini akan menggagas koalisi internasional permanen untuk melindungi Palestina.

4. Di Brazil juga telah digelar Konferensi Sosial Dunia ke-9 yang dihadiri oleh 142 negara. Konferensi menuntut penjatuhan sanksi atas Rezim Zionis Israel dan pembubaran Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). NATO dinilai sebagai organisasi yang hanya membela kepentingan hegemoni Barat. Diputuskan pula untuk mengembargo penjualan senjata ke Rezim Zionis Israel dan menjatuhkan sanksi terhadap rezim ini.

5. Lembaga Bantuan Internasional Oxfam juga mengecam kebrutalan Zionis Israel karena rezim ini melarang penyaluran bantuan dunia ke Gaza. Bahkan berita terakhir, Zionis Israel tak segan-segan menembaki kapal dan truk yang berisi bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza. Ditegaskannya, negara-negara dunia harus menekan Israel supaya membuka pintu-pintu gerbang rezim ini yang menghubungkan ke Gaza.

6. Sekjen PBB, Ban Ki-moon juga menuntut pembukaan pintu-pintu gerbang Jalur Gaza.

7. Terakhir, kecaman PM Turki Tayyep Erdogan dalam pertemuan ekonomi di Davos langsung berhadap-hadapan dengan Presiden Israel Simon Perez mendapat dukungan luas, termasuk partai oposisi di Turki sendiri.

7. Meskipun Presidennya pro Zionis Yahudi, masyarakat Mesir aktif berdemostrasi atas kebijakan-kebijakan pemerintahnya. Terakhir dilaporkan mereka berkumpul didepan Kantor Kepresidenan negara ini dan memprotes Pengadilan Tata Usaha Negara Mesir yang mengizinkan pengiriman gas ke Israel. Para demonstran menilai sikap Pengadilan Tata Usaha Mesir sebagai langkah yang menginjak-injak harga diri rakyat negara ini. Menurut demonstran, ekonomi Mesir setiap harinya mangalami kerugian jutaan dolar AS dari pengiriman gas ke Israel ini. Pengiriman gas ke Israel dinilai sebagai bisnis yang irrasional.

8. Mesir juga banyak dituntut oleh dunia untuk membuka pintu gerbang Rafah yang menghubungkan ke Gaza. Meskipun hingga kini, Mesir masih cuek bebek saja. Bahkan, Mesir mulai menarik tim medis dari Gaza dan meminta mereka supaya keluar dari kawasan itu hingga tanggal 5 Februari. Seakan Kairo tahu persis sebentar lagi serangan Israel terhadap Gaza jilid ke II bakal terjadi.

Kita terus berdoa dan berusaha, agar vonis rezim Israel sebagai Penjahat Perang segera terwujud. Karena berakhirnya rezim Zionis, insya Allah adalah cikal bakal perdmaian di Palestina dan Timur Tengah, bahkan dunia!

Wallahu'alam.
Read More

Presiden Muammar Qadafi Marah

Tepatnya pada tanggal 22 September 2009 KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) PBB yang ke 64 di Amerika Serikat telah dilaksanakan dengan suasana yang memanas. Apalagi dengan kemunculan Presiden Muammar yang mengundang perhatian para undangan yang ada, Karena telah lama tidak muncul-muncul di Konferensi Tingkat Tinggi PBB. Namun didalam penyambutan yang begitu hangat dan antusias tidak membuat Presiden Muammar terkesima dan luluh. Malah dalam ceramahnya ia menegaskan dan mempertanyakan tentang keberadaan 4 negara yang memiliki Hak Veto terhadap keputusan. Sehingga ia mengoyak atau merobek kertas yang telah disepakati berdirinya PBB. Presiden Muammar meminta penjelasan dan keterangan yang bisa diterima akal, tentang tujuan awal dibentuknya PBB adalah untuk perdamaian dunia dan keamanan antar bangsa bukan melestarikan perperangan dan perpecahan sehingga menelan korban dari nyawa-nyawa yang tidak berdosa. Disela-sela pidatonya kebanyakan dari negara-negara yang memiliki Hak Veto seperti Amerika Serikat, China, Inggris, Rusia, dan negara lainnya keluar dari tempat persidangan. Namun Presiden Muammar Khadafi tetap melanjutkan pidatonya yang menelan waktu yang sangat panjang. Ia memberikan isyarat kepada pimpinan dan majelis sidang yang ketepatan berasal dari negara libiya. Kemudian ia memberikan pernyataan yang sangat mengejutkan diantaranya “kenapa Gedung Putih atau PBB bertempat di Amerika Serikat, sehingga kita mengadakan konferensi Tingkat Tinggi ini harus di adakan ditempat ini. Padahal kami secara struktur lebih tinggi dari pada mereka yaitu mendapat amanah sebagai pimpinan majelis. Maka sangat wajar jikalau kami memindahkan kantor PBB ke negara libiya” tegas Presiden Muammar Qadafi dengan suara yang lantang dan bijak. Membuat telinga-telinga negara-negara yang bermasalah “terbakar menjadi debu” mereka tidak bisa menahan dan intrupsi.


Inilah kejadian yang sangat menakjubkan dan menghebohkan, seorang Muammar Qadafi berani marah dihadapan dunia dan sanggup untuk menggoncang dunia secara personal, apalagi hal itu dilakukan secara kebersamaan. Maka hasilnya sangat besar sehingga pemimpin-pemimpin barat dan eropa gencar untuk menghadapinya. Begitu juga yang dilakukan Presiden iran Ahmadinejad selama ini dalam membela Palestina hanya sebatang kara berkoar-koar dihadapan dunia, tak satu tanggapanpun yang ia dapatkan, hanya beberapa negara yang mau ikut andil dan perhatian itupun tidak sepenuhnya. Lalu bagaimana jika lahir puluhan Muammar dan Ahmadinejat maka “robohlah” gedung putih dan lenyaplah negara super “bohong” Amerika Serikat dan sekutunya. Dari kejadian ini banyak juga yang diuntungkan termasuk Media-media dan majalah-majalah merasa kebanjiran berita tentang hal ini bak air sungai yang dihujani selama seminggu. Tak ketinggalan media-media yang berada diindonesia semua berebut dan membeli berita ini. Kemudian setelah konferensi Tingkat Tinggi PBB yang ke 64 ini dilaksanakan, ia melanjutkan perjalannya kenegara Amerika Latin. Yang akan mengadakan pertemuan khusus bersama pemimpin-pemimpin amerika latin termasuk presiden vinejela. Dalam pertemuan itu mereka membahas tentang solusi untuk kesejahteraan ekonomi orang-orang afrika yang sekarang dipimpin oleh Muammar Qadafi. Memang sosok seorang Muammar sangat sulit kita ketemui, tapi kita tidak boleh menggantungkan semuanya kepada Muammar. Karena iapun sebagai manusia yang lemah pasti memiliki kekurangan-kekurangan dan kelebihan. Yang paling terpenting adalah bagaimana kita bisa melahirkan jiwa-jiwa yang berani dan bermental tangguh seperti Presiden Muammar Qadafi dan Ahmadinejat. Sehingga kita akan meraih kejayaan islam dan terhapuslah kekejian yang kita hadapi sekarang. Sehingga kaca mata dunia berubah yang dahulu berkiblat ke barat, maka pada masa yang akan datang harus berkiblat ke ka’bah. Amin.

Semoga dengan tulisan saya yang ringkas ini dapat menggugah hati kita semua khususnya mahasiswa al-azhar yang telah memiliki pondasi dan modal agama yang kuat untuk menghadapi masa depan dan perkembangan zaman. Yang mana Kita adalah harapan umat,. Barisan kita bukanlah barisan orang-orang biasa, yang hanya hidupnya memikirkan kehidupan pribadi dan sanak saudaranya, tapi kita sekarang sudah termasuk barisan-barisan Presiden Muammar Qadafi dan Ahmadinejat. Yang mana suara kita didunia sudah hampir dengan mereka. Hanya saja mereka dari segi struktur, ilmu, dan pengalaman lebih dari kita.
Read More

Gerakan Dakwah: Antara Harapan dan Tantangan

1. Definisi Gerakan Dakwah Masa Depan

Istilah Gerakan Dakwah dikenal pertama kali sejak Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi Rasul sekitar 1442 tahun silam. Berkat Gerakan Dakwah yang dipimpin Muhammad Saw tersebut, Islam tersebar di seluruh penjuru dunia dan tak terkecuali di bumi Nusantara yang Allah takdirkan mayoritas penduduknya menjadi Muslim terbesar di zaman ini.

Bersamaan dengan perjalanan waktu, Gerakan Dakwah mengalami pasang surut. Masa yang paling sulit dalam Gerakan Dakwah ialah ketika umat Islam kehilangan pemerintahan terakhir yang melindungi dakwah mereka, yakni sejak Khilafah Islamiah Utsmaniyah tumbang di tangan Mustafa Kemal Ataturk yang berpusat di Turki pada tahun 1924 atau sekitar 84 tahun lalu.

Hilangnya Pemerintahan Umat Islam Internasional tersebut, mengakibatkan lenyap pula sebagian besar nilai-nilai Islam yang telah mereka anut dan terapkan dalam diri, rumah tangga, masyarakat dan pemerintahan selama lebih dari 13 abad. Bahkan tidak sedikit dari kalangan Muslim sendiri yang tidak mau mengakui keunggulan dan kesyumulan (menyeluruh) ajaran Islam.

Sesuai skenario Allah, di tengah-tengah masa sulit tersebut lahir berbagai tokoh Mujaddid (Pembaharu) Gerakan Dakwah yang berupaya mengembalikan nilai-nilai Islam sebagai aturan main dalam semua aspek kehidupan mereka seperti yang sudah berjalan sekitar 13 abad lamanya dengan pusat pemerintahannya yang berpindah-pindah dari Al-Madinah Al-munawwarah ke Baghdad, kemudian ke Spanyol dan terakhir di Istambul.

Menarik untuk dicermati bahwa di masa-masa sulit tersebut gerakan Gerakan Dakwah lahir hampir di seluruh penjuru dunia seperti Syarikat Islam (1920), Muhammadiyah (1912) dan Nahdhatul Ulama (1926) di Nusantara (Indonesia), Ikhwanul Muslimin di Mesir (1927), Jama’ah Tabligh (1920-an di India), Jama’ah Islamiyah di wilayah Sub Continent (India, Pakistan dan Bangladesh) (1941) dan Hizb Attahrir 1952.

Di Indonesia, Istilah Gerakan Dakwah juga sangat populer, khsususnya setelah Kiyai H. Ahmad Dahlan mendirikan lembaga dakwah yang bernama Muhammadiyah pada tahun 1912. Ketika partai Masyumi berhasil mendapat dukungan yang cukup signifikan di era 50-an, Gerakan Dakwah semakin dikenal luas di kawasan Nusantara.

Sebelum kelahiran berbagai gerakan dakwah kontemporer, yakni di masa Sayyid Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh dan juga muridnya Rasyid Ridho, mereka memakai istilah “Al-Jaami’atul Islamiyyah” (Himpunan Islam). Ketiga tokoh tersebut secara individu, lebih banyak menyerukan kesatuan dan perhimpunan umat Islam yang tercerai berai dalam jajahan bangsa-bangsa Eropa. Namun, lebih bersifat individu dan tidak berada dalam sebuah organisasi (jam’ah). Lain halnya setelah kelahiran Ikhwanul Muslimin 1927, Jama’ah Islamiyah 1941, Masyumi dan juga kelompok-kelompok perjuangan Islam lainnya di era 50an, pergerakan dakwah sudah terorganisir dalam bentuk jama’ah atau organisasi dan memiliki cara-cara dan tujuan yang jelas.

Dari fakta sejarah tersebut dapat kita simpulkan bahwa Gerakan Dakwah moderen (kontemporer) telah melalui tiga fase umurnya : 1. Ffase kelahiran, 2. Fase penyebaran 3. Fase perkembangan dan 4. Fase eksistensi

Sekarang bisa dikatakan sedang berada pada fase ke empat, yaitu fase eksistensi. Inilah fase yang amat menentukan. Fase eksistensi ini sudah pasti menghadapi berbagai tantangan yang amat berat dan lebih kompleks di banding dengan fase-fase sebelumnya. Namun, fenomena yang jelas nampak kita lihat dan rasakan bahwa di balik tantangan tersebut terbuka peluang yang yang sangat besar. (Untuk lebih jelas, lihat Grafik 1.A)

Agar masa atau fase ini dapat dilalui dengan baik dan pada waktu yang sama rintangan-rintangan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik, internal maupun eksternal, maka perlu dirumuskan sebuah definisi yang pas dan sesuai dengan karakter Gerakan Dakwah Masa Depan yang mampu menyambut masa depan yang lebih baik dan gemilang.

Yang dimaksud dengan Gerakan Dakwah Masa Depan Ialah :

“Sebuah aktivitas massal dalam format amal jama’i yang memiliki konsep ideologi yang mapan (al-imanul ‘amiq), smart leader (pemimpin yang berpegang teguh pada prinsip, teliti dalam segala hal, tidak tertipu oleh kilauan dunia), organisasi yang rapih dan solid (at-tanzhim ad-daqiq) program dakwah yang komprehensif, semimbang dan berkelanjutan (al-‘amal al-mutawashil), serta sumber daya manusia (SDM) berkualitas tinggi dalam berbagai keahlian” Dari definisi tersebut dapat dipahami bahwa Gerakan Dakwah Masa Depan adalah yang memiliki lima karakteristik utama berikut :

1. Yang memiliki konsep idoelogi dan pemikiran yang mapan dan kuat sehingga ada jaminan kebenaran dan kekuatannya berdasrkan Al-Qur;an dan Sunnah Rasul Saw. Di samping itu, idoelogi dan pemikiran tersebut menjadi motor dan sekaligus framwork semua aktivitas organisasi.

2. Yang memiliki Smart Leader dalam berbagai tingakatan struktural organisasi, atau paling tidak dalam jajaran tertinggi organisasi. Mereka adalah para pemimpin yang berpegang teguh pada prinsip, memiliki ilmu yang mendalam tentang Islam dan manajamen SDM, teliti dalam segala hal, tidak tertipu oleh kilauan dunia serta menjadi contoh tauladan dalam segala sisi kehidupan. Dengan demikian, dunia teori, pemikiran, ide, gagasan, konsep dan nilai akan menjadi sesuati yang mudah dan praktis sehingga terjadi proses transformasi ilmu, spiritualitas (ruhiyyah) dan keteladanan dalam kehidupan nyata.

3. Yang memiliki sistem dan aturan main yang fair (adil) dan natural sesuai dengan prisip-prinsip ideologi organisasi dalam Islam. Dengan demikian, organisasi akan menjadi sebuah payung amal (aktivitas) dakwah yang dimiliki bersama, tidak ada yang berhak memperlakukannya seakan milik pemimpin atau sekelompok elite organisasi. Kepemilikan tersebut lahir dari rasa kepemilikan (sanse of belongings) dari dalam hati sanubari setiap anggotanya. Bila rasa kepemilikan tersebut lahir dari lubuk hati yang dalam setiap anggotanya, maka tidak diragukan mereka akan berhasil membangun sebuah organisasi yang solid.

4. Yang memiliki program dakwah yang konprehensif, seimpabang dan berkelanjutan sesuai dengan strategi dan perencanaan jangka panjang.

5. yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggi, khususnya mereka yang menjadi pemimpin formal dan informal sehingga menjadi refernsi dalam bidang masing-masing, teori dan praktemnya, baik tingkat daerah, nasional maupun global. Bila dicermati dengan baik, ketika berbagai gerakan dakwah muncul di berbagai wilayah negeri Muslim di awal abad ke 20 seperti yang disinggung di atas, hampir seluruh kawasan Islam sedang dijajah kaum kolonialis Eropa. Mayoritas umat Islam berhasil dijauhkan dari nilai-nilai Islam akibat dahsyatnya al-ghazwu al-Fikri (invasi pemikiran) yang dilancarkan kaum penjajah Eropa terhadap mereka. Bahkan di sebagian kawasan, kaum kolonialis menciptakan berbagai aliran yang menggoyang sendi-sendi dasar ajaran Islam dari dalam tubuh umat Islam sendiri, seperti yang dilakukan Inggris di Sub Continent dengan mengorbitkan Mirza Ghulam Ahamd sebagai Nabi yang menggantikan posisi Nabi Muhammad Saw sebagai nabi Allah terakhir. Aneh bin ajaib, aliran ini masih saja banyak peminat dan pembelanya, khususnya di negeri ini. Suatu hal yang perlu kita syukuri bahwa marhalah ta’rif (nasyrul fikroh) yakni, fase penyebaran nilai-nilai yang dilakukan berbagai gerakan dakwah sejak awal abad 20 yang meraka lakukan dengan gigih dan ikhlas sudah memperlihatkan hasil yang sangat menggembirakan.

Berbagai gerakan dakwah tersebut dengan pertolongan Allah, berhasil meniupkan rasa keyakinan dan kebanggaan sejumlah besar umat dari berbagai lapisan masyarakat terhadap nilai-nilai Islam. Bahkan tidak sedikit mereka yang belum tergabung dalam harokah (gerakan) dakwahpun sudah berupaya menerapkan nilai-nilai Islam dalam diri, keluarga, instansi dan perusahaan mereka sebatas yang mereka mampu. Diterimanya prinsip-prinsip ekonomi, politik, sosial dan budaya Islam dalam kehidupan masyarakat hari ini secara luas merupakan salah satu bukti kuat keberhasilan marhalah nasyrul fikroh (periode penyebaran pemikiran Islam) tersebut. Apalagi konsep Islam menyangkut ekonomi dan perbankan terbukti lebih unggul dibanding dengan konsep ekonomi sosialis dan kapitalis dalam menghadapi krisis ekonomi global yang sedang melanda dunia sejak sepuluh tahun terakhir.

Giliran berikutnya, para aktivis Gerakan Dakwah yang menjadi motor penggerak kesadaran ber-Islam, haruslah mampu membuktikan dan mempraktekan nilai-nilai Islam dalam diri, rumah tangga, jama’ah, organisasi, partai dan isntitusi yang mereka berada di dalamnya. Kalau tidak, tidak mustahil gerakan dakwah akan mengalami kemunduran. Tentu jika hal tersebut terjadi (semoga Allah hindarkan), kita akan mengalami kesulitan dalam meyakinkan mayoritas umat Islam akan keunggulan ajaran agama mereka yang sudah dilupakan hampir satu abad lamanya.

Zaman sekarang dan mendatang bukan lagi zaman banyak bicara, diskusi, berpidato, seminar, makalah dan sebagainya, kendati hal-hal tersebut tetap dibutuhkan. Zaman ini dan mendatang bukan lagi zaman cukup berbangga-bangga dengan kelompok, jama’ah atau partai sendiri. Zaman ke depan bukan lagi zaman mengandalkan jumlah, suara, harta dan berbagai aksesoris materialis lainnya. Zaman sekarang dan mendatang adalah zaman alternatif, produktivitas, keteladanan, kompetensi, profesional, standarisasi, serba terukur serta quwwah ruhiyyah ( keunggulan spritualitas).

Gerakan dakwah yang unggul adalah yang mampu memberikan alternatif, fakta, bekerja berdasarkan angka, ilmu, solusi dan contoh tauladan, baik di kalangan internal maupun eksternal. Sebab itu, prosentase aktivitas berupa teori harus diimbangi dengan amal (aktivitas) nyata. Potensi para aktivis Gerakan Dakwah harus diarahkah kepada a’maal mayadin al-hayah (aktivitas berbagai lapangan kehidupan). Proses internalisasi dan implementasi marhalah takwin dan tanfiz (fase kaderisasi dan penerapan) merupakan fokus Gerakan Dakwah Masa Depan. Yang hanya mampu bicara nilai, apalagi perilakunya tidak sesuai dengan nilai yang dibicarakannya, yang masyghul memikirkan dan menggapai bunga-bunga kehidupan dunia kendati harus menginjak-injak nilai-nilai dakwah itu sendiri dengan berbagai dalih serta tidak berorientasi ukhrawi, secara sunnatullah, pasti tersingkir dan berguguran. Kalaupun masih tetap muncul, kemunculannya bagaikan lalat-lalat yang sedang mengerubuti kotoran sampah, atau seperti pohon yang besar nan rimbun, namun sedang mengalami keropos dari dalam.

Sebab itu, hati-hatilah wahai para tokoh dan aktivis gerakan dakwah! Umat Islam sekarang ini sangat sensitif ketika melihat para tokoh dan aktivis Gerakan Dakwah tidak mampu menerapkan apa yang mereka serukan, apa lagi ketika mengetahui perilaku mereka tidak sesuai dengan teori dan nilai yang mereka usung. Atau dengan kata lain ketika mereka hanya diibaratkan seperti BETIS (beda tipis) dengan aktivis-aktivis pemburu dunia lainnya. Aktivitas politik praktis ternyata cukup efektif dalam menyeleksi mana emas murni dan mana yang palsu.

Ingat selalu! Allah menitik beratkan penilain-Nya terhadap aktivitas (mala saleh) kita yang didasari iman da ilmu. Allah amat murka kepada orang-orang yang hanya mampu bicara dan tidak mampu mengimplementasikan apa yang mereka bicarakan bahkan menyimpang dari apa yang dibicarakannya.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah! Beramallah kamu, niscaya Allah akan melihat amal kamu, dan juga Rasul-Nya beserta orang-orang beriman. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Dzat yang Maha Mengetahui yang ghaib dan nyata. Maka (ketika itu) kamu akan diberitahukan apa yang kamu kerjakan (ketika di dunia)” (Q.S. Attaubah / 9 : 105).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ (#) كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu katakan apa yang tidak kamu kerjakan? Amat besar murka Allah bilamana kamu hanya bicara tentang apa yang kamu tidak kerjakan” (Q.S. Ash-shof / 61 : 2 & 3)

Read More